🍛 SERUIT – Makanan Khas Lampung
Ciri khas:
Seruit adalah ikan bakar atau goreng yang disajikan dengan sambal terasi, tempoyak (fermentasi durian), atau mangga muda, lalu disantap bersama nasi dan lalapan. Rasanya pedas, asam, gurih, dan segar — menggambarkan cita rasa khas masyarakat Lampung.
🐟 Bahan-Bahan Utama
1 ekor ikan patin / baung / mujair / nila (±500 gram)
1 sdm air jeruk nipis
Garam secukupnya
Minyak goreng / arang untuk memanggang
🌶️ Bumbu Sambal Seruit
(Haluskan atau ulek kasar):
5 buah cabai merah besar
10 buah cabai rawit (sesuai tingkat pedas)
3 siung bawang merah
1 siung bawang putih
1 buah tomat merah
1 sdt terasi bakar
1 sdt gula merah
Garam secukupnya
Bahan tambahan sambal (pilihan):
2 sdm tempoyak (fermentasi durian, khas Lampung)
atau ½ buah mangga muda parut halus jika tidak suka tempoyak
🥣 Cara Membuat
1. Siapkan ikan:
Bersihkan ikan, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam.
Diamkan ±15 menit untuk mengurangi bau amis.
2. Masak ikan:
Bakar di atas bara api (lebih otentik) atau bisa digoreng sampai matang dan berwarna keemasan.
3. Buat sambal seruit:
Ulek cabai, bawang, tomat, terasi, gula, dan garam hingga halus.
Tambahkan tempoyak (atau mangga muda), aduk rata.
Bisa disiram sedikit minyak panas agar aromanya keluar.
4. Sajikan:
Letakkan ikan bakar di piring saji.
Siram atau celupkan ikan ke sambal seruit.
Hidangkan bersama nasi hangat dan lalapan (daun singkong rebus, mentimun, petai, jengkol muda, dll).

0 Komentar