Ciri Khas & Bentuk
Berikut ciri khas dan bentuk khas Nuwo Sesat / rumah adat Lampung:
Ciri khas utama
Bentuk rumah panggung: naik di atas tiang-penyangga, supaya aman dari banjir, hewan liar, dan sebagai adaptasi lingkungan.
Bahan utama: kayu untuk lantai dan dinding, bambu atau kayu untuk konstruksi tambahan, atap tradisional (pada era dulu ilalang/ijuk, sekarang banyak diganti genteng)
Pondasi batu persegi disebut umpak batu, jumlah tiang penyangga banyak – misalnya 25 tiang, dengan tiang utama (“tiang induk”) sekitar 20 lebih.
Atap mempunyai bentuk khas yang menyesuaikan kondisi alam dan tradisi – bisa limas, bisa agak melengkung tergantung jenis.
Rumah-nya biasanya berdiri dekat sungai atau mengikuti aliran sungai, dan kampung-nya berjajar di tepi sungai.
Ada pembagian ruang yang khas: serambi/anjungan, ruang musyawarah (pusiban), ruang tamu, tangga utama (ijan geladak) dan lainnya.
Bentuk ruang & struktur
Tinggi dari tanah sesuai dengan tiang-penyangga; lantai kayu; dinding kayu papan sejajar.
Tangga kayu utama di depan sebagai akses masuk ke rumah panggung.
Ruang besar di tengah untuk pertemuan/kegiatan adat, sekelilingnya ruang-ruang lain.

0 Komentar