Rumah Nowou Sesat (Nuwo Sesat)

 

Rumah adat Lampung dikenal dengan nama Rumah Nowou Sesat (atau kadang disebut juga Nuwo Sesat). Rumah ini merupakan simbol budaya masyarakat Lampung dan mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, musyawarah, serta kearifan lokal masyarakat setempat.


🏠 Nama Rumah Adat


Rumah Nowou Sesat (Nuwo Sesat)


📍 Asal Daerah


Provinsi Lampung (baik Lampung Pepadun maupun Saibatin memiliki variasi rumah adat ini).


🏗️ Ciri Khas Arsitektur


1. Bentuk rumah panggung — ditopang oleh tiang-tiang kayu besar dan kuat, berguna untuk melindungi dari binatang buas dan banjir.


2. Terbuat dari kayu — umumnya memakai kayu merbau, tembesu, atau surian.


3. Atap berbentuk pelana (segitiga menjulang) — terbuat dari ijuk, rumbia, atau seng, mencirikan keagungan dan ketinggian derajat pemilik rumah.


4. Tangga di bagian depan — biasanya disebut tanggga ratu, digunakan untuk naik ke rumah.


5. Terdapat ornamen khas Lampung — berupa ukiran dan corak kain tapis (motif geometris dan flora-fauna) pada dinding atau tiang rumah.


🪶 Makna dan Fungsi


“Nowou” berarti rumah, sedangkan “Sesat” berarti tempat pertemuan.

Jadi, Rumah Nowou Sesat bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga balai adat tempat masyarakat berkumpul, bermusyawarah, dan mengadakan upacara adat.


Di masa lalu, rumah ini digunakan oleh penyimbang (kepala adat) untuk memimpin pertemuan adat, upacara, atau penyelesaian masalah kampung.


🏡 Bagian-Bagian Rumah Nowou Sesat


1. Ijan Geladak – tangga atau pintu masuk ke rumah.


2. Pusiban – ruang untuk menerima tamu atau tempat musyawarah adat.


3. Anjungan – tempat khusus bagi penyimbang atau tetua adat.


4. Ruang Tetabuhan – tempat menyimpan alat musik tradisional.


5. Ruang Gajah Merem – ruang istirahat keluarga atau tamu penting.


🎨 Makna Filosofis


Rumah Nowou Sesat melambangkan semangat gotong royong, musyawarah mufakat, dan kebersamaan masyarakat Lampung. Setiap bagian rumah memiliki fungsi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Posting Komentar

0 Komentar